Gaya Hidup Berkelanjutan: Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya
February 19, 2024

Sustainable lifestyle atau gaya hidup berkelanjutan merupakan sebuah cara hidup dengan cara mempertimbangkan antara kebutuhan manusia serta pelestarian lingkungan. Gaya hidup ini meminimalisasi pemilihan pada cara hidup yang mempunyai dampak negatif ke alam dan ekosistem.
Tujuannya yakni memenuhi kebutuhan manusia tanpa harus mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan bumi. Gaya hidup ini bukan hanya berkaitan ke satu aspek tertentu, akan tetapi juga sejumlah prinsip serta tindakan yang memang mendukung untuk keberlanjutan.
Beberapa prinsip di dalam gaya hidup berkelanjutan yakni berkaitan dengan pengurangan emisi karbon, penggunaan sumber daya secara efisien, penghematan energi, dan juga penolakan ke produk sekali pakai yang memang memberikan kontribusi pada peningkatan sampah.
Tujuan dari Gaya Hidup Berkelanjutan
Tujuan dari gaya hidup ini yaitu menjaga lingkungan agar tetap lestari. Tujuan tadi bisa tercapai dikarenakan orang yang menerapkan gaya hidup tadi cenderung mempunyai sikap sadar untuk selalu bersikap bijak ketika memakai sumber daya alam.
Sikap lainnya yakni cermat saat membeli barang ataupun jasa. Untuk barang ataupun jasa tersebut bukan hanya diperhatikan pada segi fungsinya, namun memperhatikan juga mengenai siklus hidup barang tadi ataupun dampak yang bisa ditimbulkan pada sebuah layanan pada lingkungan dan menganggap dirinya merupakan bagian dari lingkungan serta tidak bisa dipisahkan.
Orang yang menerapkan gaya hidup ini tidak menganggap dirinya menjadi penguasa yang bisa dengan semena-mena pada lingkungan maupun sumber daya alam.
Aspek Utama Gaya Hidup Berkelanjutan

Terdapat beberapa poin yang menjadi penyusun ataupun aspek utama di dalam gaya hidup yang berkelanjutan ini dan berikut adalah aspeknya.
1. Makanan
Apa pun yang Anda makan dan minum mempunyai dampak terhadap lingkungan serta masyarakat. Ini mencakup semua rantai nilai makanan seperti cara produksi, proses pendistribusiannya dan dibuang.
Adanya fenomena kelaparan global, limbah pangan, dan susut maka transisi sistematik besar dibutuhkan dalam mendukung sistem dari produksi, konsumsi, hingga pembuangan pangan secara berkelanjutan.
2. Perumahan
Ternyata rumah Anda meliputi cara membangunnya dan bagaimana cara tinggal di dalamnya, seluruhnya memiliki dampak sosial serta lingkungan, termasuk juga kesejahteraan Anda dan konsumsi energi.
Kehadiran bangunan nol emisi merupakan alternatif cara dalam mengakomodasi ruang perkotaan dengan lebih berkelanjutan yang mana termasuk pemakaian desain bangunan biofilia. Selanjutnya memperhatikan pemakaian peralatan harian juga harus disertai bersamaan dengan intervensi berskala besar melalui dunia usaha, pemerintah, dan juga pemain penting lainnya.
3. Mobilitas
Sektor transportasi termasuk ke kontributor utama untuk emisi gas rumah kaca. Akan tetapi di saat bersamaan transportasi umum mempunyai sistem dan infrastruktur yang kurang baik. Maka supaya menuju ke mobilitas berkelanjutan, perlu dilakukan perubahan salah satunya menggunakan kendaraan listrik serta bahan bakar berkelanjutan.
Baca juga : 15 Rutinitas Perawatan Diri untuk Orang Sibuk
4. Barang jadi
Pola konsumsi ternyata bisa meninggalkan dampak di masyarakat serta lingkungan dan termasuk juga produk yang dibeli, bahan yang dipergunakan untuk memproduksinya, dan cara Anda menggunakannya dan juga seberapa sering Anda menggantinya.
Regulator, perusahaan, dan konsumen perlu bergerak maju bersama untuk menuju konsumsi serta produksi barang harian yang berkelanjutan.
5. Waktu Luang
Cara Anda menghabiskan waktu luang ternyata bisa berpengaruh ke konsumsi serta jejak karbon Anda. Contohnya ketika Anda naik taksi untuk menuju ke tujuan yang lebih dekat maka bisa menghasilkan emisi lebih banyak dibandingkan dengan berjalan kaki ataupun bersepeda.
Kapan pun jika memungkinkan, maka Anda bisa mencoba untuk menerapkan berbagai cara bertanggung jawab serta berkelanjutan pada saat berlibur.
Mengapa Gaya Hidup Berkelanjutan Penting?
Keberlangsungan lingkungan merupakan alasan utama gaya hidup ini begitu penting. Itu artinya bukan hanya memastikan jika sumber daya yang tersedia cukup di masa kini, namun juga tetap tersedia pada generasi mendatang.
Bukan hanya itu saja, gaya hidup berkelanjutan menciptakan sebuah kesempatan lebih adil untuk semua orang dalam mengakses sumber dayanya. Tentunya langkah tadi dapat dicapai dengan cara memilih produk yang memang ramah lingkungan, perhatian pada hak pekerja, dan juga memastikan keberlanjutan sosial hingga ke masa depan.
Sebagai contohnya permasalahan limbah yang belum dikelola secara baik bisa mengakibatkan polusi tanah, air, dan udara. Limbah kimia, limbah medis, dan juga limbah rumah tangga yang memang tidak bisa terurai secara benar dapat mencemari air minum dan mampu memunculkan dampak negatif ke kesehatan.
Zat beracun semacam pestisida, logam berat, dan juga bahan kimia lainnya dapat masuk ke rantai makanan serta memiliki potensi mengakibatkan banyak penyakit serius semacam gangguan hormonal, kanker, serta masalah pernafasan.
Manfaat Gaya Hidup Berkelanjutan
Menerapkan gaya hidup ini mempunyai banyak manfaat dan memberikan dampak positif untuk lingkungan serta individu. Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari gaya hidup berkelanjutan.
1. Melindungi Lingkungan
Gaya hidup ini memang diterapkan dan bertujuan untuk mengurangi dampak negatifnya pada lingkungan. Ini membantu dalam memelihara keberlanjutan bumi serta sumber daya alam.
2. Meningkatkan Kesehatan
Dampak selanjutnya bisa dirasakan secara langsung bagi tubuh manusia. Penerapan gaya hidup ini dengan cara memilih makanan organik, memakai produk ramah lingkungan, mengurangi konsumsi daging, dan lainnya.
Maka dari itu, penerapan gaya hidup berkelanjutan membuat manusia bisa mengurangi berbagai paparan bahan kimia berbahaya serta bisa meningkatkan kesehatan tubuh.
Baca juga : Gaya Hidup Minimalis: Pengertian dan Tips Menjalankannya
3. Hemat Secara Keuangan
Manfaat lainnya berkaitan dengan penghematan finansial. Untuk dampak positifnya mengarah ke penghematan finansial lewat praktik-praktik, contohnya seperti memakai transportasi publik, membeli barang tahan lama, dan pengurangan konsumsi listrik.
4. Meningkatkan Kreativitas
Dampak positif lainnya yaitu mampu merangsang kreativitas manusia. Jika Anda menerapkan prinsip gaya hidup ini pastinya akan berusaha supaya dapat menemukan solusi ramah lingkungan. Tentunya otak menjadi terlatih untuk berpikir supaya hidupnya tidak akan merugikan orang lain serta lingkungan sekitar.
Langkah Awal Menjalankan Gaya Hidup Berkelanjutan
Langkah awal untuk menerapkan gaya hidup ini bisa dimulai dengan menjalankan langkah kecil yang mempunyai dampak positif untuk lingkungan. Itu tentunya akan memberikan manfaat dalam meredakan dampak negatif yang diakibatkan perubahan iklim. Lebih jelasnya berikut ini cara yang bisa dilakukan agar nantinya gaya hidup berkelanjutan bisa dijalankan.
1. Mencari Support System
Bergaul bersama teman ataupun komunitas dengan visi serupa pastinya bisa menambah wawasan mengenai gaya hidup berkelanjutan. Penerapan gaya hidup tersebut pastinya tidak akan mudah di awal, dikarenakan perlu upaya dan tenaga lebih. Maka mempunyai dukungan sangatlah penting ketika akan mulai menjalankan gaya hidup tersebut.
2. Mulai Memilih Sampah
Sediakanlah dua tempat sampah anorganik dan organik. Nantinya limbah dapur dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan menjadi pupuk, selanjutnya sampah anorganik dapat dikumpulkan dan didaur ulang.
Saat ini sudah tersedia platform online maupun komunitas yang dapat menerima pemilihan untuk sampah anorganik, jadi akan memudahkan Anda di dalam membuang sampah tersebut. Pemilahan sampah membutuhkan proses yang ekstra baik tenaga dan waktu, maka lakukanlah secara perlahan dan berkesinambungan.
3. Mengurangi Pemakaian Plastik
Praktik pengurangan sampai dengan cara membawa tas belanja adalah langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik. Jadi usahakan untuk terus membawa tas belanja portable ketika berbelanja.
4. Membeli Produk Tahan Lama dan Berkualitas
Jangan mudah tergiur dengan adanya berbagai promo yang nantinya membuat Anda akan membeli barang yang pastinya belum pasti dibutuhkan dan kualitasnya kurang baik. Pergunakanlah barang yang bersifat esensial serta mempunyai kualitas baik dan bisa dipergunakan dalam waktu lama.
5. Berprinsip Reduce-Reuse-Recycle
Declutter atau mengeluarkan barang yang sudah tidak digunakan lagi di rumah. Berbagai macam barang yang memang sudah tidak dipergunakan dalam kurun waktu 1 bulan, bukan berarti Anda tidak membutuhkannya lagi.
Anda dapat menjual ataupun mendonasikannya supaya barang tersebut mempunyai nilai untuk orang lain dan mengurangi potensi penimbunan di rumah.
Pakai ulang baju dan tas lama milik ibu ataupun baju lama Anda yang bisa jadi menjadi trend. Anda juga dapat berkreasi melalui limbah kain yang sudah tidak digunakan lalu dibuat menjadi taplak meja, tas, dan lainnya.
6. Beralih Menggunakan Produk Organik
Jika Anda selama ini masih menggunakan sabun atau detergen untuk kebutuhan mencuci ataupun mandi, maka Anda bisa beralih membuat sabun sendiri. Alternatifnya Anda dapat membuat sabun menggunakan buah lerak yang berguna untuk mencuci piring, baju, bahkan sampo.
Bukan hanya jauh lebih murah akan tetapi sabun organik dapat mengurangi limbah dan pastinya akan jauh lebih aman digunakan.
7. Menggunakan Transportasi Umum
Anda telah berkontribusi ke bumi ketika memutuskan bepergian menggunakan transportasi umum. Bukan hanya lebih hemat, namun menggunakan transportasi umum akan lebih praktis serta mengurangi emisi yang bisa mengakibatkan efek rumah kaca.
8. Melakukan Jalan Kaki
Untuk Anda yang sudah terbiasa menggunakan sepeda motor saat pergi ke supermarket yang jaraknya dekat rumah, maka tidak ada salahnya untuk berjalan kaki ataupun bersepeda. Bukan hanya lebih hemat namun juga irit bahan bakar.
9. Menghemat Pemakaian Listrik dan Air
Anda perlu berhemat ketika memakai air di rumah baik untuk kegiatan mencuci ataupun mandi. Selain itu jangan menggunakan AC dengan berlebihan karena bisa berpengaruh ke kondisi lingkungan dan pastinya menyebabkan keborosan. Maka pergunakanlah sesuai dengan kebutuhan saja.
10. Membeli Produk Lokal
Dukung kampanye untuk menggunakan produk lokal karena bisa mempunyai dampak positif bukan hanya untuk perekonomian nasional akan tetapi juga kesejahteraan finansial. Saat ini sudah tersedia banyak produk lokal dengan kualitas baik namun harganya cenderung lebih murah dibandingkan produk luar.
11. Menanam Tanaman Secara Hidroponik
Menanam berbagai tanaman hidroponik seperti tomat, kangkung, bayam di rumah ternyata lebih murah dan sehat. Cara ini membuat Anda ikut andil di dalam mengurangi pemakaian pestisida serta penghematan air.
Jadi gaya hidup berkelanjutan merupakan sebuah pola hidup yang mana mempertimbangkan dampaknya pada lingkungan ekonomi dan sosial guna mendukung kesejahteraan dalam jangka panjang. Hal tersebut mencakup pertimbangan pada keadilan sosial, ekologi, serta kesejahteraan ekonomi.
Gaya hidup ini menekankan ke pemakaian sumber daya secara bijak, mobilitas berkelanjutan, pertimbangan dampaknya pada lingkungan, konsumsi bertanggung jawab, dan juga partisipasi untuk kegiatan sosial guna memperkuat kesejahteraan bersama.
Manfaatnya juga melibatkan pada konservasi sumber daya alam, peningkatan kualitas air dan udara, pengurangan emisi gas, peningkatan kesehatan individu, pemberdayaan ekonomi lokal, dan juga preservasi pada keanekaragaman hayati.






